Sadako Sasaki (佐々木 禎子 January 7, 1943 – October 25, 1955) adalah seorang gadis Jepang yang hidup di Jembatan Misasa di Hiroshima. Pada saat bom atom dijatuhkan di Hiroshima. Sadako waktu itu hanya berumur 2 tahun pada tanggal 6 Agustus 1945.
Sekitar November 1945, timbul cacar di leher dan di belakang kupingnya. Kemudian pada Januari 1946 bercak-bercak ungu mulai terbentuk di kakinya.
Secara bertahap ia di diagnosa kanker darah (leukimia) oleh karena efek samping dari bom atom atau kerap disebut "penyakit bom atom".
Sadako dirawat di rumah sakit dan divonis hanya dapat hidup setahun lagi.
Chizuko Hamamoto sahabat Sadako mengunjunginya di Rumah Sakit dan membuat bangau kertas untuknya (agan2 pasti tau kan origami jepang yang berbentuk bangau itu)
Spoiler for bangau kertas
Pertamanya Sadako tidak mengerti mengapa Chizuko berbuat demikian, kemudian Chizuko bercerita tentang peribahasa Jepang yang mengatakan bahwa siapa saja yang dapat membuat bangau kertas hingga 1000 buah maka keinginannya akan dikabulkan.
Terdorong oleh keinginannya untuk sembuh ia berniat mencobanya. Namun di Rumah Sakit itu kekurangan kertas. Sadako tidak menyerah, ia menggunakan kertas bungkus obat dan apa saja yang bisa ia dapatkan. Termasuk pergi ke kamar pasien lain untuk meminta kertas kado dari pengunjung. Chizuko juga membawakannya kertas dari sekolahnya.
Sayangnya kondisi Sadako semakin memburuk. Seluruh kakinya membengkak dan berubah ungu.
Sebelum akhir hidupnya ia hanya mampu membuat 644 bangau kertas, pada saat itu temannya menyelesaikan 1000 bangau kertas tersebut dan menguburkannya bersama jasadnya.
Sadako Sasaki meninggal dunia pada pagi hari 25 October 1955
Tidak ada komentar:
Posting Komentar